Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu 2026 Hidupkan Kembali Peran Sosial di Desa Adat Glagalinggah

Oleh Super Admin • Dipublikasikan pada Sabtu, 31 Januari 2026

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu 2026 Hidupkan Kembali Peran Sosial di Desa Adat Glagalinggah
84 kali dilihat

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Tahun 2026 Hidupkan Kembali Peran Sosial di Desa Adat Glagalinggah

Glaglinggah – Paiketan Krama Istri (PAKIS) Desa Adat Glagalinggah melaksanakan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu (Kulkul Bulus) Tahun 2026 dengan melibatkan kader Pakis di tingkat banjar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali fungsi kulkul sebagai sarana komunikasi dan penggerak sosial masyarakat adat.

Gerakan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2026 dan dipusatkan di Desa Adat Glagalinggah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Melalui bunyi kulkul, masyarakat diajak kembali menumbuhkan semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta memperkuat partisipasi warga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ni Wayan Ratnasari selaku Ketua PAKIS Glagalingah menyampaikan bahwa kulkul tidak hanya memiliki nilai budaya dan kearifan lokal, tetapi juga efektif sebagai media pemersatu masyarakat. Dengan mengaktifkan kembali kulkul di tingkat banjar, diharapkan warga lebih responsif terhadap ajakan kegiatan bersama, khususnya dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.

Adapun rangkaian kegiatan tersebut berupa Gotong royong bersih-bersih di Area Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Glagalinggah. Selain itu, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu (Kulkul Bulus) ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait pengelolaan sampah berbasis sumber. Melalui peran aktif kader Posyandu dan Dasa Wisma, masyarakat didorong untuk memilah sampah dari rumah tangga serta mengelola sampah secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan rutin, Ketua Pakis Glagalinggah berharap gerakan ini dapat menjadi contoh bagi desa adat lainnya dalam mengintegrasikan nilai budaya, peran perempuan, dan kepedulian lingkungan. Dengan sinergi antara PKK, Posyandu, dan masyarakat adat, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.