Mengenal Glagalinggah
Akar tradisi,
arah masa depan.
Mengenal perjalanan, nilai, dan tata kelola Desa Adat Glagalinggah dalam menjaga warisan serta melayani krama.
Tri Hita Karana
Sejarah Desa
Jejak langkah dan warisan yang membentuk identitas desa kami.
Profil Singkat Desa Adat Glagalinggah
1. Gambaran Umum
PROFIL
DESA ADAT GLAGALINGGAH
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, Atas rahmat dan Karunia-Nya sehingga penyusunan buku Profil Desa Adat Glagalinggah ini dapat diselesaikan dengan penuh tangguh jawab yan dikemas dan diolahh sesuai dengan SISTEMATIKA PROFIL DESA ADAT instrumen-instrumen sesuai dengan Peraturan dan keadaan Desa serta Pedoman Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa Adat.
Sajian data dalam Profil Desa Adat Glagalinggah, Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dalam hal penyajian informasi secara terbuka dan sistematis tentang gambaran umum potensi serta perkembangan Desa Adat Glagalinggah pada Tahun 2026.
Secara khusus data profil Desa Adat Glagalinggah adalah kumpulan data tentang potensi dan perkembangan Desa Adat Glagalinggah , yang diperlukan untuk referensi dan sebagai data acuan dalam penyusunan program kegiatan pembangunan di Desa Adat serta kebijakan pemerintah, melaksanakan penyusunan tata ruang wilayah, dan penyusunan kebijakan-kebijakan pembangunan lainnya. Serta dimanfaatkan untuk kepentingan data Desa Adat Glagalinggah secara menyuluruh. Adpaun penyusunan profil Desa ini menggunakan Instrumen antara lain :
1. Data Pokok Desa Adat;
2. Pemerintah Desa Adat;
3. Baga Parahyangan;
4. Baga Pelemahan;
5. Paga Pawongan;
6. Hukum Adat
Kami menyadari bahwa dalam menyediakan data dan informasi dalam Profil Desa Adat Glagalinggah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu pendapat, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna perbaikan buku ini di masa yang akan datang.
Harapan kami semoga buku ini bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Glagalinggah, 2 Januari 2026 Bendesa Adat Glagalinggah,
I Wayan Tatok Suputra, S.Ak
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Desa Adat sebagai lembaga tradisional keberadaannya sangat perlu untuk dilestarikan. Pembangunan yang dilakukan oleh Desa Adat sangat mendukung pembangunan kebudayaan Bali. Tentunya ini akan memberikan imbas pada keajegan Budaya Bali yang berlandaskan konsep Tri Hita Karana. Konsep tersebut sejalan dengan peningkatan citra pariwisata Bali yang selain mengandalkan keindahan objek wisata, juga kelestarian lingkungan serta kelestarian budayanya.
Dalam rangka tetap mendukung kelestarian lembaga tradisional ini, maka pembangunan di Desa Adat Harus berkesinambungan. Maka dari itu kami Desa Adat Glagalinggah, Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Bangli menyusun profil Desa Adar Glagalinggah sesuai dengan petunjuk dari Dinas PMA Provinsi Bali dan tentunya sesuai dengan petunjuk sistematika Profil Desa Adat dan tentunya masih jauh dari kesempurnaan, sehingga kami sangat berharap pada pihak-pihak terkait untuk memberikan masukan-masukan yang konstruktif agar profil Desa Adat Glagalinggah lebih sempurna untuk bisa mengetahui lebih jauh mengenai kondisi, dan perkembangan Desa Adat dalam melaksanakan kegiatan di dalam pelaksanaan program yan berlandaskan asas Tri Hita Karana.
1. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Adapun maksud dari Profil ini adalah untuk dapat mengetahui sekilah sejarah dan keadaan Desa Adat baik dari letak geografis, kepengurusan tata kelola kegiatan yang berdasarkan konsep Tri Hita Karana.
b. Tujuan
Adapaun tujuan dari profil Desa Adat Glagalinggah, antara lain :
1. Sebagai penunjang keseimbangan kelengkapan administrasi
2. Mempermudah pendataan desa adat
3. Akuratnya data desa adat yang diperoleh.
BAB II
KONDISI DESA ADAT
Desa Adat Glagalinggah terdiri dari 1 banjar yang terletak di Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabutapen Bangli. Adapaun satu banjar tersebut adalah Banjar Glagalinggah.
Pendudukan di Desa Adat Glagalinggah berjumlah 529 jiwa (207 Kepala Keluarga) dengan rincian 252 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 279 jiwa perempuan. Adapun mata pencaharian penduduk adalah sebagian besar petani, buruh, pedagang dan sebagian kecil ASN serta jenis pekerja lainnya.
1. PEMERINTAHAN DESA ADAT
Penyelenggaraan pemerintahan Desa Adat Glagalinggah dipimpin oleh seorang Desa Adat serta dibantu oleh : 1) satu orang petajuh; 2) satu orang penyarikan; 3) 2 orang Petengen dan 4) 1 orang staf.
A. PRAJURU DESA ADAT
1. Bendesa Adat : I Wayan Tatok Suputra, S.Ak
2. Petajuh : I Nengah Sudarsana
3. Penyarikan : I Gusti Ngurah Arimbawa
4. Penyarikan I : I Gusti Gede Merta Astawa
5. Petengen I : I Gusti Made Rai
6. Petengen II : I Wayan Ardipayasa
7. Staff Desa Admin : I Gede Astreawan
B. SABHA DESA ADAT
1. Ketua : I Wayan Sumadi
2. Sekretaris : Gusti Ketut Arjaya
3. Bendahara : I Nyoman Sarjana
4. Anggota : A.A Gede Ngurah I Wayan Modium I Wayan Sutama
I Nengah Sudiarsa
C. KERTHA DESA
1. Ketua : I Ketut Ada, S.Pd
2. Sekretaris : I Gusti Ngurah Suteja
3. Bendahara : I Nyoman Daging, S.Pd
4. Anggota : I Wayan Kesuma Darma I Wayan Suwenda
I Wayan Redana Dewa Gede Mertayasa I Nyoman Mono
D. LEMBAGA DESA ADAT (Yowana, Pecalang, Pakis, Serati, dll)
a. YOWANA (Sekeha Truna Sukma Ulangun)
1. Ketua : I Wayan Sutrawan
2. Wakil Ketua : I Ketut Arta
3. Sekretaris : I Kadek Erik Dwipayana
4. Bendahara : Gusti Ayu Triana Dewi
b. PECALANG
1. Ketua : I Wayan Sabar
2. Sekretaris : I Nengah Gunawan
3. Bendahara : I Ketut Suarsana
4. Anggota : I Nyoman Sarjana Gusti Gede Rata
I Wayan Sukadarma I Nyoman Sumarta I Nengah Serija
I Gusti Ketut Widiarsa I Ketut Sukandi
I Ketut Pica
I Made Ariasa
Sang Nyoman Ariawan I Nengah Terus
I Wayan Sutama
I Made Sukarma
c. PEMANGKU
1. Ketua : I Nengah Sunadi
2. Anggota : Gusti Putu Oka
Gusti Made Merta
Anak Agung Gede Anom
d. PAKIS (Paiketan Krama Istri
1. Ketua : Ni Wayan Ratnasari
2. Wakil Ketua : Ni Kadek Mutiari
3. Sekretaris : Gusti Ayu Era Febriantini
4. Bendahara : Gusti Nyoman Kasih
5. Anggota : Krama Istri Desa Adat Glagalinggah
e. SERATI
1. Ketua : Ni Nengah Simpen
2. Sekretaris : Ni Ketut Artaningsih
3. Bendahara : Ni Nengah Seleg
4. Anggota : Ni Nengah Srinadi Ni Nengah Suka
I Nyoman Pasti Ni Wayan Armini
Dayu Nyoman Mariati Ni Nengah Liskayani Ni Ketut Kariani
Ni Ketut Kami Ni Nengah Wirat
Gusti Ketut Sari
A.A Ayu Erawati
Ni Wayan Kiarniasih Ni Wayan Werti
2. BAGA PARAHYANGAN
Parahyangan yang menjadi tanggungjawab Desa Adat Glagalinggah adalah sebagai berikut :
1. Pura Dalem Agung Desa Adat Glagalinggah
2. Pure Desa Adat Glagalinggah
3. Pure Glagalinggah
4. Pure Subak
5. Palinggih Hutan Glagalinggah Lestari
3. BAGA PALEMAHAN
a. Batas wilayah Administrasi Desa Adat Glagalinggah adalah sebagai berikut :
Desa Adat Glagalinggah berkedudukan di Banjar Glagalinggah, Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Adapun batas-batas wilayah adalah sebagai berikut :
- Utara : Desa Kintamani dan Desa Serai
- Timur : Desa Kintamani
- Selatan : Desa Adat Bukih
- Barat : Desa Adat Manikliyu dan Banjar Saap
b. Potensi Sumber Daya Alam di Desa Adat Glagalinggah adalah :
- Bidang Perhutanan dengan Tata Kelola Pehutanan Sosial seluas 51 Ha.
- Potensi Pengelolaan Wisata konservasi Alam Hutan Pinus
- Bidang Perkebunan dan pertanian
c. Sarana dan Prasarana yang dimilik oleeh Desa Adat Glagalinggah :
1. Tempat Suci :
- Pura Dalem Agung
- Pure Puseh lan Bale Agung
- Pura Melanting/Bale B anjar Glagalinggah
- Pura Subak
- Palinggih Hutan Glagalinggah Lestari
2. Tempat Pertemuan :
- Balai Desa Adat Glagalinggah
- Wantilan Pura Dalem Agung
3. Lembaga Kesenian :
- Sekaa Gong Krama Lanang
- Sekaa Gong Yowana
- Sekaa Santi
- Sekaa Pecalang
- Sekaa Truna
BAB III PENUTUP
Bahwa profil Desa Adat Glagalinggah ini telah disusun secara partisipatif dengan melibatkan tokoh-tokoh atau perwakilan masyarakat Desa Adat Glagalinggah dam penyusunan Profil Desa Adat Glagalinggah dilakukan dengan sistematika Profil Desa Adat sesuai petunjuk PMA Provinsi Bali.
Demikian profil Desa Adat Glagalinggah, diharapkan dengan selesainya penyusunan Profil Desa Adat Glagalinggah ini dapat digunakan sebagaimana mestinya dan diharapkan sumbangan kritik dan saran yang bersifat konstruktif dari semua pihak demi kesempurnaan profil Desa Adat Glagalinggah ini.
Bendesa Adat Glagalinggah,
I Wayan Tatok Suputra, S.Ak
Penyarikan,
I Gusti Ngurah Arimbawa
Desa Adat Glagalinggah merupakan salah satu desa adat yang menjaga kuat nilai‐nilai budaya Bali, berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan). Desa ini dikenal sebagai komunitas adat yang aktif menjaga warisan leluhur, sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui sistem pemerintahan yang transparan, responsif, dan berorientasi pelayanan.
2. Identitas Desa Adat
-
Nama Desa Adat: Glagalinggah
-
Wilayah Adat: berlokasi di Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Bangli
- Penanggung Jawab Adat: Bendesa Adat Glagalinggah
-
Dasar Kehidupan Adat: Ajaran Tri Hita Karana dan awig-awig desa
3. Landasan Filosofis
Tri Hita Karana sebagai Pondasi Desa Adat
-
Parahyangan – Menjaga kesucian pura, melaksanakan upacara yadnya secara rutin, serta memperkuat sradha dan bhakti masyarakat.
-
Pawongan – Membangun hubungan yang harmonis, meningkatkan pelayanan kepada krama desa, serta menjunjung nilai gotong royong dan solidaritas sosial.
-
Palemahan – Mengelola lingkungan dengan bijak, menjaga kebersihan wilayah adat, serta mendukung pelestarian alam dan budaya lokal.
4. Pemerintahan Adat
Pemerintahan Desa Adat Glagalinggah berkomitmen menjalankan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Setiap kebijakan adat dibangun melalui musyawarah bersama dan diumumkan secara terbuka kepada krama. Inovasi pelayanan digital juga mulai diterapkan untuk mempermudah akses informasi dan layanan.
5. Pelayanan Adat
Sebagai pusat pengayoman adat, Desa Adat Glagalinggah menyediakan pelayanan yang cepat, tepat, dan terbuka, mencakup:
-
Pengurusan administrasi adat
-
Koordinasi upacara dan kegiatan adat
-
Penanganan konflik internal desa berdasarkan awig-awig
-
Layanan informasi adat berbasis digital
Pelayanan dilakukan dengan prinsip ngayah, tulus ikhlas, namun tetap profesional dan responsif.
6. Kesiapsiagaan & Cepat Tanggap
Berdasarkan misi meningkatkan desa yang sigap menghadapi perubahan, Desa Adat Glagalinggah membentuk berbagai kelompok kesiapsiagaan seperti:
-
Tim tanggap darurat bencana
-
Satuan keamanan adat (pecalang) yang aktif
-
Koordinasi rutin dengan stakeholder pemerintahan dan masyarakat
Tujuannya adalah memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh krama desa.
7. Pengembangan Budaya & Pelestarian Warisan Leluhur
Desa Adat Glagalinggah terus melaksanakan program pelestarian budaya, antara lain:
-
Pembinaan seni tari, tabuh, dan sastra Bali
-
Pelestarian situs suci dan lingkungan adat
-
Pewarisan budaya ke generasi muda melalui sanggar seni dan kegiatan pendidikan adat
-
Dokumentasi dan digitalisasi arsip adat
8. Arah Pembangunan ke Depan
Sesuai visi dan misi desa, arah pembangunan Desa Adat Glagalinggah adalah:
-
Menjadi desa adat yang harmonis, modern, namun tetap kuat dalam adat dan budaya
-
Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan terbuka
-
Memberikan pelayanan adat yang cepat dan solutif
-
Mendorong masyarakat untuk aktif menjaga alam dan budaya sesuai Tri Hita Karana
Visi
"“Terwujudnya Desa Adat Glagalinggah yang harmonis, berlandaskan Tri Hita Karana, dengan tata kelola adat yang transparan, pelayanan yang profesional, serta cepat tanggap terhadap kebutuhan krama desa""
Misi
Meningkatkan kualitas kegiatan keagamaan adat secara berkelanjutan.
Memperkuat pemahaman krama terhadap nilai-nilai Tri Hita Karana sebagai landasan kehidupan adat.
Menjaga kesucian pura, pelinggih, serta wilayah sakral Desa Adat.
2. Pawongan (Harmoni antar-krama)
Menyelenggarakan pelayanan adat yang ramah, cepat, dan jelas prosedurnya.
Mendorong partisipasi aktif krama dalam pengambilan keputusan adat.
Mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis adat, budaya, dan gotong royong.
3. Palemahan (Harmoni dengan Lingkungan)
Melestarikan kawasan dan sumber daya alam desa melalui program kebersihan, penghijauan, dan pengelolaan sampah.
Menjaga serta mengembangkan warisan budaya, lingkungan, dan kawasan adat agar tetap berkelanjutan.
4. Transparansi Pemerintahan Adat
Mewujudkan tata kelola pemerintahan adat yang terbuka, akuntabel, dan dapat diakses oleh seluruh krama.
Menyampaikan laporan kegiatan dan keuangan adat secara rutin dan jelas.
Mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk transparansi informasi adat.
5. Pelayanan Cepat Tanggap
Membentuk sistem penanganan cepat untuk kebutuhan adat, darurat, dan pelayanan masyarakat.
Memperkuat koordinasi antara prajuru adat, krama banjar, dan lembaga desa lainnya.
Mengembangkan SOP pelayanan adat yang efektif, efisien, dan mudah dipahami.
Struktur Organisasi
Bagan kepengurusan pemerintah desa yang bertugas melayani masyarakat.
Peta Lokasi Desa Adat
Temukan lokasi geografis desa kami melalui peta interaktif di bawah ini.