Profil Desa

Sejarah Desa

Jejak langkah dan warisan yang membentuk identitas desa kami.

Profil Singkat Desa Adat Glagalinggah

1. Gambaran Umum

Desa Adat Glagalinggah merupakan salah satu desa adat yang menjaga kuat nilai‐nilai budaya Bali, berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan). Desa ini dikenal sebagai komunitas adat yang aktif menjaga warisan leluhur, sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui sistem pemerintahan yang transparan, responsif, dan berorientasi pelayanan.


2. Identitas Desa Adat

  • Nama Desa Adat: Glagalinggah

  • Wilayah Adat: berlokasi di Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Bangli

  • Penanggung Jawab Adat: Bendesa Adat Glagalinggah
  • Dasar Kehidupan Adat: Ajaran Tri Hita Karana dan awig-awig desa


3. Landasan Filosofis

Tri Hita Karana sebagai Pondasi Desa Adat

  1. Parahyangan – Menjaga kesucian pura, melaksanakan upacara yadnya secara rutin, serta memperkuat sradha dan bhakti masyarakat.

  2. Pawongan – Membangun hubungan yang harmonis, meningkatkan pelayanan kepada krama desa, serta menjunjung nilai gotong royong dan solidaritas sosial.

  3. Palemahan – Mengelola lingkungan dengan bijak, menjaga kebersihan wilayah adat, serta mendukung pelestarian alam dan budaya lokal.


4. Pemerintahan Adat

Pemerintahan Desa Adat Glagalinggah berkomitmen menjalankan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Setiap kebijakan adat dibangun melalui musyawarah bersama dan diumumkan secara terbuka kepada krama. Inovasi pelayanan digital juga mulai diterapkan untuk mempermudah akses informasi dan layanan.


5. Pelayanan Adat

Sebagai pusat pengayoman adat, Desa Adat Glagalinggah menyediakan pelayanan yang cepat, tepat, dan terbuka, mencakup:

  • Pengurusan administrasi adat

  • Koordinasi upacara dan kegiatan adat

  • Penanganan konflik internal desa berdasarkan awig-awig

  • Layanan informasi adat berbasis digital

Pelayanan dilakukan dengan prinsip ngayah, tulus ikhlas, namun tetap profesional dan responsif.


6. Kesiapsiagaan & Cepat Tanggap

Berdasarkan misi meningkatkan desa yang sigap menghadapi perubahan, Desa Adat Glagalinggah membentuk berbagai kelompok kesiapsiagaan seperti:

  • Tim tanggap darurat bencana

  • Satuan keamanan adat (pecalang) yang aktif

  • Koordinasi rutin dengan stakeholder pemerintahan dan masyarakat

Tujuannya adalah memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh krama desa.


7. Pengembangan Budaya & Pelestarian Warisan Leluhur

Desa Adat Glagalinggah terus melaksanakan program pelestarian budaya, antara lain:

  • Pembinaan seni tari, tabuh, dan sastra Bali

  • Pelestarian situs suci dan lingkungan adat

  • Pewarisan budaya ke generasi muda melalui sanggar seni dan kegiatan pendidikan adat

  • Dokumentasi dan digitalisasi arsip adat


8. Arah Pembangunan ke Depan

Sesuai visi dan misi desa, arah pembangunan Desa Adat Glagalinggah adalah:

  • Menjadi desa adat yang harmonis, modern, namun tetap kuat dalam adat dan budaya

  • Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan terbuka

  • Memberikan pelayanan adat yang cepat dan solutif

  • Mendorong masyarakat untuk aktif menjaga alam dan budaya sesuai Tri Hita Karana

Visi

"“Terwujudnya Desa Adat Glagalinggah yang harmonis, berlandaskan Tri Hita Karana, dengan tata kelola adat yang transparan, pelayanan yang profesional, serta cepat tanggap terhadap kebutuhan krama desa""

Misi

1. Parahyangan (Harmoni dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa)

Meningkatkan kualitas kegiatan keagamaan adat secara berkelanjutan.
Memperkuat pemahaman krama terhadap nilai-nilai Tri Hita Karana sebagai landasan kehidupan adat.
Menjaga kesucian pura, pelinggih, serta wilayah sakral Desa Adat.

2. Pawongan (Harmoni antar-krama)
Menyelenggarakan pelayanan adat yang ramah, cepat, dan jelas prosedurnya.
Mendorong partisipasi aktif krama dalam pengambilan keputusan adat.
Mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis adat, budaya, dan gotong royong.

3. Palemahan (Harmoni dengan Lingkungan)
Melestarikan kawasan dan sumber daya alam desa melalui program kebersihan, penghijauan, dan pengelolaan sampah.
Menjaga serta mengembangkan warisan budaya, lingkungan, dan kawasan adat agar tetap berkelanjutan.

4. Transparansi Pemerintahan Adat
Mewujudkan tata kelola pemerintahan adat yang terbuka, akuntabel, dan dapat diakses oleh seluruh krama.
Menyampaikan laporan kegiatan dan keuangan adat secara rutin dan jelas.
Mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk transparansi informasi adat.

5. Pelayanan Cepat Tanggap
Membentuk sistem penanganan cepat untuk kebutuhan adat, darurat, dan pelayanan masyarakat.
Memperkuat koordinasi antara prajuru adat, krama banjar, dan lembaga desa lainnya.
Mengembangkan SOP pelayanan adat yang efektif, efisien, dan mudah dipahami.

Struktur Organisasi

Bagan kepengurusan pemerintah desa yang bertugas melayani masyarakat.

Bagan Struktur Organisasi Desa

Peta Lokasi Desa Adat

Temukan lokasi geografis desa kami melalui peta interaktif di bawah ini.