Gerakan Kulkul PAKIS dan Posyandu Digelar Serentak di Desa Adat Glagalinggah

Oleh Admin Website Glagalinggah • Dipublikasikan pada Sabtu, 28 Februari 2026

Gerakan Kulkul PAKIS dan Posyandu Digelar Serentak di Desa Adat Glagalinggah
29 kali dilihat

Gerakan Kulkul PAKIS dan Posyandu Digelar Serentak di Desa Adat Glagalinggah

Desa Adat Glagalinggah, Kintamani, Bangli, menggelar kegiatan Gerakan Kulkul PAKIS dan Posyandu secara serentak pada Minggu (1/2). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut sekaligus upaya sosialisasi berkelanjutan terhadap program yang sebelumnya telah dicanangkan oleh TP PKK Provinsi Bali bersama Tim Pembina Posyandu Bali. Seluruh anggota PAKIS Desa Adat Glagalinggah turut ambil bagian dengan penuh antusias dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan.

Kegiatan kerja bakti ini dilaksanakan secara rutin setiap awal bulan. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan serta solidaritas antarwarga. Dengan pelaksanaan yang konsisten, kebersihan lingkungan diharapkan dapat terjaga secara berkelanjutan, bukan hanya pada momen tertentu.

Sebagai tanda dimulainya kegiatan, kulkul dibunyikan sekitar 15 menit sebelum pukul 06.00 WITA. Bunyi kulkul menggunakan pola khusus berupa lima ketukan yang diulang sebanyak lima kali, sebagai isyarat bagi warga untuk bersiap memulai aktivitas bersih-bersih di lingkungan masing-masing. Kegiatan dimulai dari pembersihan halaman rumah, kemudian dilanjutkan ke area Desa Adat. Pada kegiatan ini, dipusatkan di Pura Dalem Desa Adat Glagalinggah. 

Ketua PAKIS Desa Adat Glagalinggah, Ibu Ratnasari, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda rutin yang wajib dilaksanakan. Menurutnya, kerja bakti ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami berharap seluruh warga semakin peduli terhadap kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, mengingat permasalahan sampah kini semakin kompleks,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Jero Tut. Ia menambahkan bahwa kegiatan bersih-bersih ini berperan dalam membangun budaya peduli lingkungan serta menanamkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan bersama. “Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan semangat kerja sama antarwarga,” tutupnya.