Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 Desa Adat Glagalinggah Resmi Digelar, Lestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali
Oleh Admin Website Glagalinggah • Dipublikasikan pada Senin, 23 Februari 2026
Bagikan:
Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 Desa Adat Glagalinggah Resmi Digelar, Lestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali
Kintamani, Bangli — Desa Adat Glagalinggah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, resmi menyelenggarakan kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 pada Anggara Kliwon Wuku Prangbakat, 17 Februari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Atma Kerthi: Udiana Purnaning Jiwa”, yang bermakna pemuliaan jiwa melalui pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai tuntunan kehidupan sakala dan niskala.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, di antaranya perwakilan Majelis Desa Adat Kecamatan Kintamani, Perbekel Desa Kintamani, Babinsa dan Polmas, penyuluh Bahasa Bali, Jero Bendesa Desa Adat Glagalinggah, tokoh adat, pecalang, dewan juri, serta para peserta lomba dan krama desa setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta puja pengastuti. Selanjutnya, disampaikan sambutan dari Manggala Prawartaka, Jero Bendesa Desa Adat Glagalinggah, Perbekel Desa Kintamani, serta perwakilan Majelis Desa Adat Kecamatan Kintamani, sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII di Desa Adat Glagalinggah.
Kegiatan utama dalam perayaan ini adalah berbagai festival dan wimbakara (lomba) yang bertujuan melestarikan budaya Bali, meliputi lomba nyurat aksara Bali, ngwacen aksara Bali, mapidarta, masatua, serta dharmagita. Para peserta dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti setiap cabang lomba yang diselenggarakan.
Bandesa Adat Glagalinggah, I Wayan Tatok Suputra, S.Ak menuturkan bahwa "Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mencintai dan melestarikan bahasa, aksara, serta sastra Bali sebagai warisan budaya adiluhung. Bulan Bahasa Bali menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya serta menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai kearifan lokal. selain itu kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Desa Adat Glagalinggah terhadap Program Pemerintah Provinsi Bali, mengingat bahwa Kegiatan ini bersumber dari APBD Bali Semesta Berencana".
Acara ditutup dengan doa dan pamuput, serta ramah tamah bersama seluruh undangan dan peserta dalam suasana penuh kebersamaan.